<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>journey-contemplation-meditation</title>
	<atom:link href="http://dzilog.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dzilog.wordpress.com</link>
	<description>upgrade and share your knowledge</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 11:12:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dzilog.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/3245c02f2d679c39e2567b8d40fd6508?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>journey-contemplation-meditation</title>
		<link>http://dzilog.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dzilog.wordpress.com/osd.xml" title="journey-contemplation-meditation" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dzilog.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://dzilog.wordpress.com/2009/04/26/190/</link>
		<comments>http://dzilog.wordpress.com/2009/04/26/190/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 03:33:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzilog.wordpress.com/2009/04/26/190/</guid>
		<description><![CDATA[Sales Batamshop&#8217;s ProfileCreate Your Badge<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=190&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- Facebook Badge START --><a href="http://www.facebook.com/people/Sales-Batamshop/1743523469" title="Sales Batamshop&#39;s Facebook profile" target="_TOP">Sales Batamshop&#8217;s Profile</a><br /><a href="http://www.facebook.com/people/Sales-Batamshop/1743523469" title="Sales Batamshop&#39;s Facebook profile" target="_TOP"><img src="http://badge.facebook.com/badge/1743523469.94.1256810095.png" alt="Sales Batamshop&#39;s Facebook profile" style="border:0;" /></a><br /><a href="http://www.facebook.com/badges.php" title="Make your own badge!" target="_TOP">Create Your Badge</a><!-- Facebook Badge END --></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzilog.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzilog.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzilog.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzilog.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzilog.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzilog.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzilog.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzilog.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzilog.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzilog.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzilog.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzilog.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzilog.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzilog.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=190&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzilog.wordpress.com/2009/04/26/190/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ebca3bf23a288937e9e32115221ce7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzilog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://badge.facebook.com/badge/1743523469.94.1256810095.png" medium="image">
			<media:title type="html">Sales Batamshop&#039;s Facebook profile</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PRINSIP menyusun portfolio investasi</title>
		<link>http://dzilog.wordpress.com/2009/04/10/prinsip-menyusun-portfolio-investasi/</link>
		<comments>http://dzilog.wordpress.com/2009/04/10/prinsip-menyusun-portfolio-investasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 08:57:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzilog.wordpress.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seorang investor jangka panjang, sudah mutlak diperlukan suatu strategi dalam menyusun portfolio. Strategi ini masing-masing orang dapat berbeda tergantung dua hal utama: GOAL dan PILIHAN. Untuk goal, saya rasa semuanya pasti sama = ingin return terbaik, tapi bicara pilihan..ini sangat tergantung selera masing-masing. Dalam sharing saya kali ini, dalam menyusun portfolio diperlukan 3 prinsip [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=186&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai seorang investor jangka panjang, sudah mutlak diperlukan suatu strategi dalam menyusun portfolio. Strategi ini masing-masing orang dapat berbeda tergantung dua hal utama: GOAL dan PILIHAN. Untuk goal, saya rasa semuanya pasti sama = ingin return terbaik, tapi bicara pilihan..ini sangat tergantung selera masing-masing.</p>
<p>Dalam sharing saya kali ini, dalam menyusun portfolio diperlukan 3 prinsip utama.</p>
<p>PRINSIP #1. MARKET SELALU BENAR<br />
PRINSIP #2. KUASAI DAN PAHAMI PILIHAN ANDA<br />
PRINSIP #3. SESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN DAN KEMAMPUAN ANDA</p>
<p>Bila Anda sudah mengerti dasar diatas, saya yakin Anda akan mampu mengatur portfolio Anda dalam seketika.</p>
<p>Market Selalu Benar<br />
Dalam hal ini, saya rasa sudah jelas pesan saya. Anda tidak mungkin bisa melawan market dan bila terjadi kerugian, yang salah itu Anda. Bukan market. Dari paham ini, sudah bisa dicerna bahwa musuh Anda bukan market, tapi diri Anda sendiri (saya posting filosofi ini di jerejefferson.blogspot.com). Intinya: JANGAN COBA-COBA UNTUK BERUSAHA MENGALAHKAN PASAR.</p>
<p>Kuasai dan pahami pilihan Anda<br />
Di dalam menyusun portofolio, TIDAK ADA YANG BENAR DAN SALAH. Kenapa? Karena tergantung dengan prinsip ketiga. Ada orang yang tidak suka berinvestasi di saham karena takut jantungan dan tidak punya uang lebih, sehingga lebih milih investasi di reksa dana. Ada juga orang yang suka investasi di properti dengan prinsip &#8220;alon-alon asal kelakon&#8221;. Ada orang yang tidak suka investasi tapi lebih suka membuka usaha mulai dari warung sampai butik. Apapun pilihan Anda, ya benar atau tidak itu tergantung ANDA. Saya tidak punya hak atau kemampuan untuk MEMBERI NILAI APALAGI MENGHAKIMI. Yang pasti, pesan saya hanya satu: kalau Anda tidak mengerti kemana Anda menaruh uang, lebih baik jangan. Apalagi kalau hanya sekedar IKUT-IKUTAN.</p>
<p>Contoh simple. Dalam postingan saya berikutnya saya ingin beri judul NENEK-NENEK JUGA TAHU BUMI.<br />
Ini menandakan bahwa saham BUMI memang sudah dikenal dari A-Z, semua orang ngomongin BUMI. Katanya si pak Anu, returnya paling tinggi, katanya Ibu Itu dia trading BUMI sehari bisa menang 10 juta, kata tetangga BUMI bisa cuan lebih dari 100%. Lalu banyak orang berbondong-bondong buka account di sekuritas dan beli BUMI di harga &gt; 7000 perak, dan ketika jebol 5,500 semuanya bingung, frustasi dan komplain. Pertanyaan saya: apakah Anda tahu laporan keuangan BUMI dari tahun 2000 &#8211; 2007? Apakah Anda tahu siapa pemegang saham BUMI? Lebih simple dari itu, apakah Anda tahu bagaimana bisnis batu bara dan pertambangan? Kalau tidak, saya boleh donk bilang bahwa BUMI itu cuma ilusi sesaat bagi Anda? Apa saya salah?</p>
<p>Sesuaikan dengan SIZE ANDA<br />
Jadi, ini sudah jelas. Jangan coba-coba main kontrak indeks atau futures HANGSENG atao KOSPI kalau Anda tidak mau kehilangan 300 juta dalam waktu 2 detik. Investasi itu bukan coba-coba. Anda ingin uang anda memberi nilai lebih dan menghasilkan keuntungan atau malah ingin buang uang?</p>
<p>Contoh kasus sederhana. Anda punya sisa uang per bulan 500,000 rupiah. Secara nyata Anda memang belum punya size untuk investasi saham, biar dikatain &#8216;kampungan&#8217;, lebih baik Anda telan saja. Lebih baik Anda masukan ke reksadana atau asuransi atau tabungan pendidikan anak Anda. Biarin aja Anda tidak menikmati nikmatnya keuntungan dari saham BUMI tapi setidaknya Anda tidak kehilangan uang.</p>
<p>Saya cukup sering menerima email dan telepon dari teman-teman pembaca dan juga kenalan saya bahwa mereka beli saham tapi tidak tahu itu perusahaan/ emiten apa. Mereka beli karena dikomporin teman-teman kantor. Lebih parahnya lagi, mereka membeli dalam jumlah besar melebihi size mereka. Hasilnya cuma satu, FRUSTASI. Ada yang gak jadi bangun rumah, ada yang pake tabungan untuk anak, dsb&#8230;.<br />
Yang lebih gila lagi, ada juga yang trading saham dengan gunakan fasilitas MARGIN, ini artinya spekulasi pake duit utang. Gak bisa bayar, bangkrut sudah! Saya cuma tegur teman saya: dulu kamu gak punya uang artinya gak ada hutang, sekarang kamu udah bangkrut, masih ada hutang. Kamu cari apa sih?</p>
<p>Dari 2,000 saham di Dow Jones, atau 1,000 saham di TOPIX atau 400 saham di IDX, saya mengakui TIDAK MENGENAL SEMUANYA. Dan saya tidak pernah berinvestasi di saham yang saya tidak kenal, tidak kuasai. Andaikata saya kenal, saya juga tidak mau investasi lebih dari 30% dari penghasilan saya. I LIVE FOR TODAY, ENJOY LIFE. </p>
<p>Saya harapkan Anda juga bisa seperti itu. Lebih baik tidak investasi jika hari ini Anda investasi justru menjadi BEBAN dan membuat Anda &#8211; HARI INI &#8211; tidak bahagia.</p>
<p>source: idxreview.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzilog.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzilog.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzilog.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzilog.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzilog.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzilog.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzilog.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzilog.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzilog.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzilog.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzilog.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzilog.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzilog.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzilog.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=186&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzilog.wordpress.com/2009/04/10/prinsip-menyusun-portfolio-investasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ebca3bf23a288937e9e32115221ce7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Home</title>
		<link>http://dzilog.wordpress.com/2009/04/10/home/</link>
		<comments>http://dzilog.wordpress.com/2009/04/10/home/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 08:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzilog.wordpress.com/2009/04/10/home/</guid>
		<description><![CDATA[http://annahape.com http://www.astudio.id.or.id http://www.dwamitra.com<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=183&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>http://annahape.com</p>
<p>http://www.astudio.id.or.id</p>
<p>http://www.dwamitra.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzilog.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzilog.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzilog.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzilog.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzilog.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzilog.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzilog.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzilog.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzilog.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzilog.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzilog.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzilog.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzilog.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzilog.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=183&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzilog.wordpress.com/2009/04/10/home/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ebca3bf23a288937e9e32115221ce7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syarat Maksiat</title>
		<link>http://dzilog.wordpress.com/2009/03/25/syarat-maksiat/</link>
		<comments>http://dzilog.wordpress.com/2009/03/25/syarat-maksiat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 17:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzilog.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang lelaki menemui Ibrahim bin Adham. Dia berkata, &#8216;Wahai Aba Ishak! Saya selalu melakukan maksiat, tolong berikan aku nasihat&#8217;. Ibrahim berkata, &#8216;Jika kamu mau menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka kamu boleh teruskan melakukan maksiat.&#8217; 1. Jika kamu maksiat kepada Allah, jangan makan rezekiNya.&#8221;  Lelaki itu seraya berkata, &#8216;Aku mau makan dari mana? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=179&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari seorang lelaki menemui Ibrahim bin Adham. Dia berkata, &#8216;Wahai Aba Ishak! Saya selalu melakukan maksiat, tolong berikan aku nasihat&#8217;.</p>
<p>Ibrahim berkata, &#8216;Jika kamu mau menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka kamu boleh teruskan melakukan maksiat.&#8217;</p>
<p>1. Jika kamu maksiat kepada Allah, jangan makan rezekiNya.&#8221;  Lelaki itu seraya berkata, &#8216;Aku mau makan dari mana? Bukankah semua yang ada di bumi ini rezeki Allah?</p>
<p>&#8221;Ya,&#8221; tegas Ibrahim bin Adham. &#8221;Kalau kamu sudah memahaminya, masi pantaskah memakan rezekinya, sementara kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya? &#8221;</p>
<p>2. &#8221;Yang kedua,&#8221; kata Ibrahim, &#8221;kalau mau bermaksiat, jangan tinggal dibumi-Nya! Syarat ini membuat lelaki itu kaget setengah mati. Ibrahim kembali berkata kepadanya, &#8221;Wahai Abdullah, pikirkanlah, apakah kau layak memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sementara kamu melanggar segala larangan-Nya? &#8221; &#8221;Ya, Anda benar,&#8221; kata lelaki itu. </p>
<p>3. Dia kemudian menanyakan syarat yang ketiga. Ibrahim menjawab,&#8221;Kalau kamu masih mau bermaksiat, carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat oleh-Nya!&#8221; Lelaki itu kembali terperanjat dan berkata, &#8221;Wahai Ibrahim, ini nasihat macam apa? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?&#8221; &#8221;Nah, kalau memang yakin demikian, apakah kamu masih berkeinginan berlaku maksiat?&#8221; kata Ibrahim. Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang keempat.</p>
<p>4. Ibrahim melanjutkan, &#8221;Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu,katakanlah kepadanya, &#8216;Mundurkan kematianku dulu. Aku masih mau bertobat dan melakukan amal saleh&#8217;.&#8221; Kembali lelaki itu menggelengkan kepala dan segera tersadar, &#8221;Wahai Ibrahim, mana mungkin malaikat maut akan memenuhi permohonanku? &#8221; &#8221;Wahai Abdullah, kalau kamu sudah meyakini bahwa kamu tidak bisa menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu, lalu bagaimana engkau bisa lari dari murka Allah?&#8221; &#8221;Baiklah, apa syarat yang kelima?&#8221; </p>
<p>5. Ibrahim pun menjawab, &#8221;Wahai Abdullah kalau malaikat Zabaniyah datang hendak menggiringmu ke api neraka di hari kiamat nanti, jangan engkau mau ikut bersamanya.&#8221; Perkataan tersebut membuat lelaki itu tersadar. Dia berkata, &#8221;Wahai Aba Ishak, sudah pasti malaikat itu tidak membiarkan aku menolak kehendaknya. &#8221; Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim. Air matanya bercucuran. &#8221;Mulai saat ini aku bertobat kepada Allah,&#8221; katanya sambil terisak. </p>
<div></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzilog.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzilog.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzilog.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzilog.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzilog.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzilog.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzilog.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzilog.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzilog.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzilog.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzilog.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzilog.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzilog.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzilog.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=179&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzilog.wordpress.com/2009/03/25/syarat-maksiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ebca3bf23a288937e9e32115221ce7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menjadi Kaya Dengan Mudah Hari Ini?</title>
		<link>http://dzilog.wordpress.com/2009/03/20/bagaimana-menjadi-kaya-dengan-mudah-hari-ini/</link>
		<comments>http://dzilog.wordpress.com/2009/03/20/bagaimana-menjadi-kaya-dengan-mudah-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 11:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzilog.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Dan sekarang juga!!! Anda tidak perlu mengeluarkan uang SEPESER pun, untuk hal ini. SUNGGUH, bukan iklan tipuan seperti yang biasa anda terima atau baca. Jika anda tertarik, silahkan lanjutkan membaca tulisan ini, namun jika tidak maka STOP! anda tidak perlu meneruskannya&#8230; TERTARIK??? Ok, ini yang bisa saya sampaikan kepada anda (dan terutama saya sendiri), untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=174&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dan sekarang juga!!!</p>
<p>Anda tidak perlu mengeluarkan uang SEPESER pun, untuk hal ini.</p>
<p>SUNGGUH, bukan iklan tipuan seperti yang biasa anda terima atau baca.</p>
<p>Jika anda tertarik, silahkan lanjutkan membaca tulisan ini, namun jika</p>
<p>tidak maka STOP! anda tidak perlu meneruskannya&#8230;</p>
<p>TERTARIK???</p>
<p>Ok, ini yang bisa saya sampaikan kepada anda (dan terutama saya</p>
<p>sendiri), untuk bisa MENJADI KAYA DALAM SEKEJAB!</p>
<p>Pertama: Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda;</p>
<p>&#8220;Siapa saja di antara kalian yang merasa aman di tempat tinggalnya,</p>
<p>diberikan kesehatan pada badannya, dan ia memiliki makanan untuk</p>
<p>harinya itu, maka seolah-olah ia telah memiliki dunia seluruhnya.&#8221;</p>
<p>(Hadits hasan, riwayat Imam At Tirmidzi (no 2346), Ibnu Majah (no</p>
<p>4141) dan Al Bukhari dalam Adabul Mufrad (no 300))</p>
<p>Pertanyaan saya sekarang kepada anda dan anda harus menjawabnya;</p>
<p>- apakah anda merasa aman saat ini ditempat anda tinggal?</p>
<p>- apakah anda diberikan kesehatan saat ini?</p>
<p>- apakah anda memiliki makanan yang dapat anda makan hari ini?</p>
<p>Jika ketiga-tiganya dijawab dengan IYA, maka, andalah orang yang sudah</p>
<p>memiliki dunia seluruhnya. Bukankah itu yang anda harapkan?</p>
<p>Atau jika tidak, maka marilah kita beralih kepada amalan lainnya, yang</p>
<p>saya jadikan sebagai poin kedua dalam tulisan ini.</p>
<p>Kedua: Sudahkah pagi ini, anda mengerjakan shalat sunnah Subuh/Fajar.</p>
<p>Jika jawabannya IYA, maka lagi-lagi, anda memperoleh manfaat yang</p>
<p>lebih baik dari dunia seisinya.</p>
<p>&#8220;Dua rakaat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.&#8221; (H.R. Muslim).</p>
<p>Lihat, betapa kayanya anda!!! Atau kita lanjutkan kepada poin yang ketiga;</p>
<p>Ketiga: Ini adalah amalan hati, lihatlah anda mudah menjadi kaya dalam</p>
<p>sekejap lantaran amalan hati ini&#8230;</p>
<p>&#8220;Bukanlah kekayaan itu dari banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu</p>
<p>adalah rasa cukup yang ada di dalam hati.&#8221;</p>
<p> (HR. Al-Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051 dari Abu Hurairah</p>
<p>radhiyallahu &#8216;anhu)</p>
<p>Jika anda sudah merasa qana&#8217;ah alias cukup, dari apa-apa yang</p>
<p>diberikan oleh Allah kepada anda, maka anda sudah menjadi KAYA.</p>
<p>Bukankah itu yang kita cari, wahai saudaraku?</p>
<p> </p>
<p>*fr. Tahajud-Community</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzilog.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzilog.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzilog.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzilog.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzilog.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzilog.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzilog.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzilog.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzilog.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzilog.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzilog.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzilog.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzilog.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzilog.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=174&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzilog.wordpress.com/2009/03/20/bagaimana-menjadi-kaya-dengan-mudah-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ebca3bf23a288937e9e32115221ce7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Listen</title>
		<link>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/20/listen/</link>
		<comments>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/20/listen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 18:06:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[QOTD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzilog.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Listen, we only have a limited amount of time in this world and we should ENJOY our lives while we&#8217;re here&#8230;   -dzilog<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=171&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Listen, we only have a limited amount of time in this world and we should ENJOY our lives while we&#8217;re here&#8230;</p>
<p> </p>
<p><em>-dzilog</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzilog.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzilog.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzilog.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzilog.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzilog.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzilog.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzilog.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzilog.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzilog.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzilog.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzilog.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzilog.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzilog.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzilog.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=171&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/20/listen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ebca3bf23a288937e9e32115221ce7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Habitus Orang Kaya</title>
		<link>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/13/160/</link>
		<comments>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/13/160/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 16:11:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzilog.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[from SSR-Klub&#8230; Manusia membangun habitus secara perlahan. Dan kemudian habitus itu membentuk nasibnya. Pandir Karya &#8220;Apakah habitus orang kaya yang paling umum?&#8221; tanya saya kepada sejumlah kawan. &#8220;Mereka super pelit,&#8221; kata Iin. &#8220;Orang kaya yang saya kenal banyak yang sombong,&#8221; jawab Toni. &#8220;Selalu memperhitungkan segala sesuatunya dengan cermat,&#8221; kata Herlina. &#8220;Tidak suka berhutang,&#8221; ujar Didi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=160&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><em><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span>from SSR-Klub</span></span></em><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span>&#8230;<strong></strong></span></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>Manusia membangun habitus secara perlahan. Dan kemudian habitus itu<br />
membentuk nasibnya.<br />
Pandir Karya &#8220;Apakah habitus orang kaya yang paling umum?&#8221; tanya<br />
saya kepada sejumlah kawan.<br />
&#8220;Mereka super pelit,&#8221; kata Iin.<br />
&#8220;Orang kaya yang saya kenal banyak yang sombong,&#8221; jawab Toni.<br />
&#8220;Selalu memperhitungkan segala sesuatunya dengan cermat,&#8221; kata<br />
Herlina.<br />
&#8220;Tidak suka berhutang,&#8221; ujar Didi.<br />
&#8220;Suka menawar harga barang yang ingin dibelinya,&#8221; jelas Diah.<br />
&#8220;Mereka suka memamerkan kekayaannya,&#8221; kata Rudy.<br />
&#8220;Cenderung serakah dan asosial,&#8221; gagas Yuyun.<br />
&#8220;Hanya membeli barang-barang bermerek terkenal,&#8221; ujar Lilik.<br />
&#8220;Hidup hemat, cenderung pelit, dan tidak suka menunjukkan kemampuan<br />
mereka yang sebenarnya,&#8221; papar Dewi.<br />
&#8220;Suka bangun siang dan tidur dini hari,&#8221; kata Indra.</em></p>
<p>***</p>
<p>&#8220;Habitus (Latin) bisa berarti kebiasaan, tata pembawaan, atau<br />
penampilan diri, yang telah menjadi insting perilaku yang mendarah<br />
daging, semacam pembadanan dari kebiasaan kita dalam rasa-merasa,<br />
memandang, mendekati, bertindak, atau berinteraksi dalam kondisi<br />
suatu masyarakat… bersifat spontan, tidak disadari pelakunya apakah<br />
itu terpuji atau tercela, seperti orang tak sadar akan bau mulutnya.<br />
Ia bisa menunjuk seseorang, tapi juga kelompok sosial,&#8221; demikian<br />
antara lain penjelasan B. Herry-Priyono (Kompas, 31 Desember 2005).</p>
<p>Perhatikan bahwa habitus &#8220;&#8230;telah menjadi insting perilaku yang<br />
mendarah daging&#8221;, &#8220;bersifat spontan&#8221;, &#8220;tidak disadari pelakunya&#8221;, dan<br />
bisa menunjuk kepada &#8220;kelompok sosial&#8221; tertentu. Nah, dengan<br />
pemahaman ini, mari kita coba pikirkan, apa sajakah habitus kelompok<br />
sosial ekonomi atas (baca: orang-orang kaya dan super kaya) yang<br />
telah menjadi insting perilaku yang mendarah daging, bersifat<br />
spontan, dan tidak disadari pelakunya (baca: bersifat reflek)?</p>
<p>Dari studi literatur tentang kecenderungan perilaku orang-orang kaya<br />
di Amerika dan Asia, serta dari pengamatan pribadi mengenai perilaku<br />
sejumlah kawan yang kaya di Indonesia, sekurang-kurangnya bisa<br />
disebutkan beberapa habitus yang saling kait mengait satu sama lain<br />
sebegai berikut.</p>
<p><strong><em><span>Habitus pertama</span></em></strong>, dan boleh jadi ini yang terpenting, mereka menikmati<br />
hidup dengan standar jauh dibawah kemampuan mereka yang sebenarnya.<br />
Artinya, secara keuangan mereka lebih kuat dari apa yang nampak oleh<br />
mata lingkungannya. Mereka lebih kaya dari apa yang mungkin<br />
dipikirkan orang lain di sekitar mereka (tetangganya). Bila mereka<br />
sesungguhnya mampu membeli rumah seharga Rp 10 miliar, maka mereka<br />
senang memilih rumah seharga Rp 1 miliar. Jika mereka mampu membeli<br />
mobil seharga Rp 2 miliar, mereka senang memilih mobil seharga Rp 600<br />
juta saja. Sekalipun mereka lebih dari mampu membeli barang-barang<br />
yang dipajang di butik-butik eksklusif atau pertokoan mewah macam<br />
Sogo Departemen Store, mereka tidak sungkan untuk berbelanja di pusat<br />
belanja grosir seperti di ITC Mangga Dua.</p>
<p><strong><em><span>Habitus kedua, </span></em></strong>seorang kawan yang saya duga memiliki harta kekayaan bersih<span style="color:navy;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span lang="SV">lebih dari Rp 20 miliar dan tinggal di kawasan Karawaci, Tangerang, pernah <span style="color:navy;"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span lang="SV">mengatakan kepada saja bahwa, &#8220;Saya menganut pandangan bahwa apapun <span style="color:navy;"></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span lang="SV">yang kita gunakan dan nampak oleh orang lain seharusnya tidak lebih<br />
dari sepertiga kekuatan kita yang sesungguhnya. </span><span style="font-size:x-small;"><span>Dan kalau saya bisa<br />
menggunakan sepertigapuluh atau bahkan sepertigaratus dari kemampuan<br />
finansial saya untuk hidup nyaman, itu sudah cukup. Saya tidak suka<br />
dikenal terutama sebagai orang kaya. Saya lebih suka dikenal sebagai<br />
orang yang berkarya&#8221;. Pernyataan ini dengan tegas menunjukkan bahwa<br />
ia menikmati hidup dibawah kemampuan yang sesungguhnya.</span></span></span></p>
<p>Karena terbiasa hidup dibawah kemampuan yang sesungguhnya, maka<br />
mereka—orang-orang kaya tersebut—selalu memastikan bahwa biaya<br />
konsumsi mereka jauh dibawah penghasilan rutin yang mereka peroleh.<br />
Itulah habitus kedua. Jika mereka memperoleh penghasilan rutin<br />
(katakan saja) Rp 30-40 juta per bulan, maka mereka telah membiasakan<br />
diri untuk hanya menggunakan sekitar Rp 10-15 juta per bulan untuk<br />
memenuhi kebutuhan bulanan keluarganya. Dan ketika penghasilan mereka<br />
meningkat menjadi Rp 60-70 juta per bulan pun, mereka tidak merasa<br />
perlu untuk mengubah pola konsumsi mereka. Dalam hal ini yang<br />
meningkat secara langsung adalah jumlah tabungan untuk investasi,<br />
karena biaya konsumsi relatif tetap.</p>
<p><strong><em><span>Habitus yang ketiga</span></em></strong>, adalah kebiasaan menyisihkan dana untuk tabungan<br />
dan investasi dulu, dan menyisakan yang lainnya untuk konsumsi rutin<br />
setiap bulannya. Jadi bukannya menggunakan penghasilannya untuk<br />
konsumsi dan kalau akhir bulan masih tersisa baru ditabung dan<br />
diinvestasikan. Dengan kata lain, mereka terbiasa untuk mencurahkan<br />
cukup banyak waktu untuk memikirkan soal kemana dan bagaimana uang<br />
mereka ditabung dan diinvestasikan agar berkembang lebih maksimal.<br />
Mereka tidak memberikan banyak waktu untuk memikirkan cara-cara<br />
menggunakan uang secara konsumtif, untuk berbelanja berlama-lama di<br />
pusat-pusat pembelanjaan. Sebaliknya, mereka memberikan banyak waktu<br />
untuk memikirkan hal-hal yang membuat harta mereka menjadi makin<br />
produktif, tumbuh dan berkembang, sehingga mereka menjadi mapan<br />
secara keuangan.</p>
<p>Setiap kali saya mengingat sejumlah perbincangan ketika berkesempatan<br />
mewawancarai atau sekadar mendengarkan nasihat orang-orang seperti<br />
Mochtar Ryadi, Ir. Ciputra, Bob Sadino, Jonathan L. Parapak, dan Soen<br />
Siregar, saya merasakan bagaimana ketiga habitus yang disebut di atas<br />
telah terpatri menjadi bagian dari tarikan nafas orang-orang<br />
tersebut. Tentu saja masih banyak lagi habitus orang-orang yang mapan<br />
secara finansial itu. Namun tiga yang telah dipaparkan di atas adalah<br />
habitus yang paling umum.</p>
<p>Karena itu saya bisa memastikan bahwa kawan-kawan saya yang lebih<br />
suka menampilkan gaya hidup seperti orang kaya, membiasakan diri<br />
untuk berbelanja lebih dulu dan menabung belakangan, serta senang<br />
menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan barang-barang konsumsi<br />
(gonta ganti mobil baru tiap 1-2 tahun sekali, mengenakan pakaian-<br />
pakaian bermerek yang dibeli secara kredit, makan minum di tempat-<br />
tempat mahal, dan sebagainya), pastilah tidak akan pernah menjadi<br />
orang yang mapan secara keuangan. Orang muda yang suka foya-foya,<br />
hampir pasti akan hidup susah di usia senja. Sepasti matahari<br />
tenggelam di ufuk barat.</p>
<p>Kalau tak percaya, silahkan mencoba dan rasakan akibatnya!</p>
<p><em> Sumber: Habitus Orang Kaya oleh Andrias Harefa, Pembelajar Mindset<br />
Transformation, Certified Trainer and Therapist, Penulis 30 Buku Laris</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzilog.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzilog.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzilog.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzilog.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzilog.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzilog.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzilog.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzilog.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzilog.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzilog.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzilog.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzilog.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzilog.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzilog.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=160&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/13/160/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ebca3bf23a288937e9e32115221ce7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I Love You Just The Way You Are</title>
		<link>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/12/i-love-you-just-the-way-you-are/</link>
		<comments>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/12/i-love-you-just-the-way-you-are/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 21:44:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzilog.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[I Love You Just The Way You Are Oleh: Clara Moningka Saya sangat terharu ketika datang menghadiri perayaan hari ulang tahun pernikahan ke-60 seorang kenalan. Betapa bahagianya pasangan yang merayakan. Mereka duduk berdampingan sambil bergandengan tangan. Senyum menghiasi wajah keduanya. Seorang rekan yang hadir bertanya ”Apakah kita bisa seperti mereka, punya cinta yang tak tergerus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=155&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">I Love You Just The Way You Are<br />
Oleh: Clara Moningka</p>
<p>Saya sangat terharu ketika datang menghadiri perayaan hari ulang tahun pernikahan ke-60 seorang kenalan. Betapa bahagianya pasangan yang merayakan. Mereka duduk berdampingan sambil bergandengan tangan. Senyum menghiasi wajah keduanya. Seorang rekan yang hadir bertanya ”Apakah kita bisa seperti mereka, punya cinta yang tak tergerus waktu?”<br />
Seiring dengan perkembangan zaman, pernikahan sebagai suatu ikatan yang sakral antar manusia mulai dipertanyakan. Perselingkuhan menjadi hal yang biasa dilakukan. Perceraian pun lazim kita dengar dan kita kita tanggapi dengan biasa pula. Kesetiaan menjadi kata yang sulit dilksanakan. Sampai dimanakah batas kesetiaan manusia? Akankah cinta yang tadinya ada menjadi tiada? Apakah benar kita dapat mencintai seseorang untuk selama-lamanya? Disaat susah, di kala senang, sampai ajal memisahkan? Bagaimana mewujudkan cinta seperti itu?<br />
Saat saya berkumpul dengan beberapa orang teman, kami berbincang-bincang mengenai makna kesetiaan dan hakikat pernikahan. Maklum, beberapa diantara kita akan melangkah ke jenjang pernikahan. Pernikahan menjdi topik seru yang diperbincangkan mulai dari persiapan, pesta, hingga calon pasangan. Soal pasangan masing-masing adalah hal paling menarik dibahas. Sampai mana kita merasa cocok dengan pasangan kita? Seorang teman mengisahkan pengalaman rekan di kantornya yang membatalkan pernikahn meskipun waktu tinggal sebulan lagi. Kami semua terkaget-kaget karena persiapan sudah sedemikian mantap. Gedung tempat pesta sudah dibayar, foto prewedding sudah kelar, undangan hampir disebar. Apa yang terjadi? Ternyata sang pria merasa tidak siap untuk menikah dan merasa tidak cocok dengan sang wanita. Padahal pasangan itu berpacaran lebih dari lima tahun.<br />
Menyatukan dua orang dengan latar belakang yang berbeda, bahkan sangat berbeda, bukanlah hal yang mudah. Budaya, pola asuh, pendidikan dan lingkungan keluarga serta pergaulan sangat mempengaruhi perilaku seseorang dan kecocokannya dengan orang lain. Terkadang yang kita anggap cocok saat ini, belum tentu cocok nanti. Seiring dengan perjalanan waktu, kita tidak hanya melihat persamaan, namun juga melihat perbedaan. Kemudian sampai dimana kita mampu mengelola perbedaan tersebut menjadi sesuatu yang indah, dimana yang satu dapat melengkapi yang lain? Bila kedua belah pihak tidak dapat menerima perbedaan yang ada, atau malah hanya berdiam diri dan menyimpan dalam hati tanpa membicarakannya, akan muncul masalah dalam hubungan tanpa mereka sadari.<br />
Sering kali orang mencari pasangan berdasarkan penampilan fisik atau materi semata. Padahal standar fisik (cantik, langsing, ganteng, kekar) atau materi bersifat subjektif. Memang kadang hal tersebut dapat membuat kita bahagia namun dimana esensi cinta?<br />
Robert Sternberg, seorang psikolog mengemukakan konsep tentang cinta. Ia mengilustrasikan cinta dalam bentuk segitiga.<br />
Cinta yang penuh atau lengkap adalah cinta yang disebut consummate love, yakni kombinasi dari adanya keintiman (intimacy), hasrat (passion), dan komitmen (commitment). Cinta tanpa komitmen tidak menunjukkan adanya kesetiaan dan saling mengasihi yang mendalam. Cinta tersebut hanya karena nafsu, membara namun pada akhirnya berpaling ketika ada objek cinta yang lain. Komitmen menandakan adanya penerimaan antara yang satu dengan yang lain dan menjadikan cinta sebagai sesuatu yang suci di antara mereka.<br />
Di lain pihak, cinta tanpa hasrat merupakan cinta yang hampa. Komitmen saja, misalnya karena terpaksa menikah karena pilihan orang tua atau karena berhutang budi tanpa memiliki hasrat, menyebabkan ikatan karena keharusan, bukan karena kerelaan. Baik, bila pada akhirnya cinta dapat tercipta. Bila tidak, hubungan tersa hampa.<br />
Cinta yang timbul karena komitmen dan hasrat semata, tanpa mau mengenal pasangan lebih dalam dan berusaha membangun keintiman yang lebih dalam adalah cinta yang kekanak-kanakan. Seperti cinta monyet. Esensi cinta juga sulit ditemukan dalam cinta semacam ini. Masalah dapat timbul dan cinta dapat hilang begitu saja.<br />
Bila kita mampu membangun komitmen, mengenal pasangan kita lebih jauh, memahami dirinya sebagai pribadi yang unik dan kita cintai, memiliki hasrat untuk bersamanya, maka kita akan mendapatkan cinta seutuhnya. Tidak mudah memang. Namun belajar untuk menerima, saling membangun satu sama lain, dan menyadari bahwa cinta saya adalah pada pribadi ini dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya adalah cinta yang sebenarnya.<br />
Pada dasarnya, mewujudkan hal tersebut tidak semudah ketika saya menuliskannya. Seperti telah diungkapkan di atas, menyatukan segala perbedaan bukan hal yang mudah. Berusaha untuk menerima dengan lapang dada,  tidaklah mudah. Tetapi pasangan seperti apakah yang kita cari? Sampai kapan kita akan menemukan pasangan yang sempurna? Jawabannya tidak akan pernah ada kecuali kita sendiri yang menciptakan kesempurnaan itu. Cinta yang timbul dari hati, dari kejujuran dan ketulusan, love actually alias I love you just the way you are. Hal tersebut pada akhirnya akan membantu kedua belah pihak menyelesaikan masalah yang ada. Toh kita tidak akan tetap muda dan terus mencari dan mencari. Suatu hari kita akan merasakan kerinduan untuk berbagi dengan orang yang penting dalam hidup kita, ingin menggenapkan tugas perkembangan kita yaitu membangun keluarga.<br />
Pada saat nanti, pernikahan bukanlah suatu permainan, bukan hanya sekedar pesta, namun merupakan janji suci dua insan. Apakah akan berakhir dengan kesedihan karena sikap egois dan seenaknya sendiri atau berakhir bahagia hingga akhir waktu, kita sendiri yang dapat menentukan.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> 
</p>
<p style="text-align:right;">Original article from <em>Kompas</em><br />
Re-typed by:<br />
dzilog [at] GA 157 #1A (BTH-CGK)<br />
Sunday, June, 22th 2008; 18.15 WIB<br />
Backsound: Just The Way You Are/BJ from iPod</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzilog.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzilog.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzilog.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzilog.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzilog.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzilog.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzilog.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzilog.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzilog.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzilog.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzilog.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzilog.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzilog.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzilog.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=155&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/12/i-love-you-just-the-way-you-are/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ebca3bf23a288937e9e32115221ce7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INSPIRING ARTICLE &#8211; Learn to live</title>
		<link>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/11/inspiring-article-learn-to-live/</link>
		<comments>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/11/inspiring-article-learn-to-live/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 10:44:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzilog.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Dunia berputar dengan cepat&#8230;&#8230; secepat kita mengedipkan mata&#8230;&#8230;. secepat kita membalikkan telapak tangan&#8230;&#8230; Wanderlei Luxemburgo pelatih cerdas, ahli strategi&#8230; Sangat disanjung pada awal kedatangannya ke Real madrid &#8230;&#8230; tak disangka-sangka enam bulan kemudian dipecat dengan caci maki&#8230;.. Pulang ke Brasil hanya membawa satu tas&#8230;. baju kotor&#8230;. karena tak mampu bayar binatu di Madrid &#8230;&#8230;. John [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=152&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia berputar dengan cepat&#8230;&#8230;<br />
secepat kita mengedipkan mata&#8230;&#8230;.<br />
secepat kita membalikkan telapak tangan&#8230;&#8230;</p>
<p>Wanderlei Luxemburgo pelatih cerdas, ahli strategi&#8230;<br />
Sangat disanjung pada awal kedatangannya ke Real<br />
madrid &#8230;&#8230;<br />
tak disangka-sangka enam bulan kemudian dipecat dengan<br />
caci maki&#8230;..<br />
Pulang ke Brasil hanya membawa satu tas&#8230;. baju<br />
kotor&#8230;.<br />
karena tak mampu bayar binatu di Madrid &#8230;&#8230;.</p>
<p>John Barxton&#8230;.. .<br />
Akhirnya mengemis pada Bill Gates,  mohon pekerjaan<br />
bagi anaknya&#8230;.. ..<br />
Bill Gates orang yang dia pecat enam tahun lalu dari<br />
perusahaannya saat<br />
Bill Gates tak sengaja menyenggol dengan tongkat mobil<br />
dinasnya<br />
(Bill Gates saat itu memakai tongkat untuk berjalan)<br />
&#8230;..</p>
<p>Marie Goretti kepala biara karmel prancis merasa tak<br />
percaya kalau Claudia Suzzane diminta untuk memimpin<br />
Ordo Biarawati tersebut di seluruh dunia termasuk<br />
Prancis&#8230;.. .</p>
<p>Claudia Suzzane enam tahun lalu adalah biarawati muda<br />
yang dia rekomendasikan untuk di&#8221;buang&#8221; ke Mesir dan<br />
melewati hidupnya di biara gurun pasir dengan iklim<br />
yang keras karena bertentangan dengan dirinya&#8230;..</p>
<p>Marie Goretti, tadi pagi dalam Misa Pelantikan<br />
Claudia, mencium tangan Claudia sebagai tanda hormat<br />
pada pimpinan tertinggi Ordo tersebut&#8230;. .</p>
<p>Claudia masih tetap tersenyum dengan murah hati<br />
seperti saat dia meninggalkan Prancis dan meminta<br />
Marie Goretti untuk tidak mencium tangannya&#8230; . ..<br />
Marie Gorretti hanya bisa menitikkan  airmata haru..</p>
<p>Willy sangat berterimakasih pada Sarno, pagi tadi<br />
Sarno menyelamatkan nyawa anaknya Caecil dengan<br />
membawanya ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi.<br />
Anaknya ditabrak lari sepeda motor saat akan<br />
menyebrang dekat TK tempatnya bersekolah.</p>
<p>Saat itu Sarno kebetulan melintas dan  segera<br />
menolongnya, jika terlambat saja, maka Caecil akan<br />
lumpuh dan kehilangan daya ingatnya, atau bahkan<br />
meninggal&#8230; &#8230;</p>
<p>Sarno adalah mantan Office Boy di Kantor Willy.  Saat<br />
itu sebagai Kepala Bagian Umum Willy meminta Sarno<br />
&#8220;keluar dengan Hormat&#8221; karena Sarno menjalin kasih<br />
dengan Ully resepsionis pada kantor tersebut dan<br />
berencana menikah,</p>
<p>Akhirnya Sarno dan Ully memutuskan untuk keluar dan<br />
membangun usaha kecil-kecilan. &#8230;</p>
<p>&#8220;No, apa yang bisa saya bantu untuk membalas jasamu?<br />
engkau sudah bekerja? dimana? bagaimana kabar Ully?&#8217;<br />
demikian Willy mencecar Sarno dengan pertanyaan.. &#8230;.</p>
<p>Sarno hanya tersenyum dan menitikkan airmata, ia tidak<br />
ingin menyakiti hati Willy&#8230;&#8230;</p>
<p>Saat ini, atas nama almahumah Ully yang meninggal saat<br />
melahirkan, Sarno dan kedua anak kembarnya yang masih<br />
kecil adalah pemegang 93.5% saham perusahaan tempat<br />
Willy bekerja dan beberapa grup perusahaan karena<br />
usaha kerasnya&#8230;. .</p>
<p>dan dia tetap tersenyum seperti saat ia berpamitan<br />
dengan Willy enam tahun lalu&#8230;&#8230;.. &#8230;</p>
<p>Manusia bisa berkehendak dan bertindak, tapi Tuhan<br />
punya rencanaNYA<br />
Enam tahun? Enam bulan? Enam pekan? Enam hari? Enam<br />
Jam? Enam menit?<br />
Enam detik? &#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>secepat apakah DIA akan membalikkan kita jika kita tak tahu diri?</p>
<p>&#8220;Semoga kita termasuk orang &#8211; orang yang bersyukur atas  nikmat yang diberikanNya. &#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. &#8220;</p>
<p>&#8220;Kita akan menuai apa yang kita tabur, lebih dari yang kita tabur, entah kapan waktunya&#8221; </p>
<p><em>source: Tahajud Community</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzilog.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzilog.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzilog.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzilog.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzilog.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzilog.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzilog.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzilog.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzilog.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzilog.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzilog.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzilog.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzilog.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzilog.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=152&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/11/inspiring-article-learn-to-live/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ebca3bf23a288937e9e32115221ce7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang ragu&#8230;</title>
		<link>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/11/143/</link>
		<comments>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/11/143/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 21:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzilog.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Kalau mau ragu, harusnya dari dulu saja.. jangan di tengah-tengah begini.. Saat semua semakin jelas&#8230; saat tinggal beberapa langkah lagi sampai ke tujuan.. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang&#8230; Tapi,  jika ternyata layar tekoyak oleh badai serta&#8230; Dayung pun patah oleh derasnya arus&#8230; Ada baiknya kita menepi sejenak untuk memperbaiki diri&#8230; maxi, 04:17 pm codename: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=143&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau mau ragu, harusnya dari dulu saja.. jangan di tengah-tengah begini..<br />
Saat semua semakin jelas&#8230; saat tinggal beberapa langkah lagi sampai ke tujuan..</p>
<p><em><br />
Sekali layar terkembang, surut kita berpantang&#8230;<br />
Tapi,  jika ternyata layar tekoyak oleh badai serta&#8230;<br />
Dayung pun patah oleh derasnya arus&#8230;<br />
Ada baiknya kita menepi sejenak untuk memperbaiki diri&#8230;</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p>maxi, 04:17 pm<br />
codename: mumu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzilog.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzilog.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzilog.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzilog.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzilog.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzilog.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzilog.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzilog.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzilog.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzilog.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzilog.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzilog.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzilog.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzilog.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzilog.wordpress.com&amp;blog=27708&amp;post=143&amp;subd=dzilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzilog.wordpress.com/2009/02/11/143/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ebca3bf23a288937e9e32115221ce7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
