PRINSIP menyusun portfolio investasi

Sebagai seorang investor jangka panjang, sudah mutlak diperlukan suatu strategi dalam menyusun portfolio. Strategi ini masing-masing orang dapat berbeda tergantung dua hal utama: GOAL dan PILIHAN. Untuk goal, saya rasa semuanya pasti sama = ingin return terbaik, tapi bicara pilihan..ini sangat tergantung selera masing-masing.

Dalam sharing saya kali ini, dalam menyusun portfolio diperlukan 3 prinsip utama.

PRINSIP #1. MARKET SELALU BENAR
PRINSIP #2. KUASAI DAN PAHAMI PILIHAN ANDA
PRINSIP #3. SESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN DAN KEMAMPUAN ANDA

Bila Anda sudah mengerti dasar diatas, saya yakin Anda akan mampu mengatur portfolio Anda dalam seketika.

Market Selalu Benar
Dalam hal ini, saya rasa sudah jelas pesan saya. Anda tidak mungkin bisa melawan market dan bila terjadi kerugian, yang salah itu Anda. Bukan market. Dari paham ini, sudah bisa dicerna bahwa musuh Anda bukan market, tapi diri Anda sendiri (saya posting filosofi ini di jerejefferson.blogspot.com). Intinya: JANGAN COBA-COBA UNTUK BERUSAHA MENGALAHKAN PASAR.

Kuasai dan pahami pilihan Anda
Di dalam menyusun portofolio, TIDAK ADA YANG BENAR DAN SALAH. Kenapa? Karena tergantung dengan prinsip ketiga. Ada orang yang tidak suka berinvestasi di saham karena takut jantungan dan tidak punya uang lebih, sehingga lebih milih investasi di reksa dana. Ada juga orang yang suka investasi di properti dengan prinsip “alon-alon asal kelakon”. Ada orang yang tidak suka investasi tapi lebih suka membuka usaha mulai dari warung sampai butik. Apapun pilihan Anda, ya benar atau tidak itu tergantung ANDA. Saya tidak punya hak atau kemampuan untuk MEMBERI NILAI APALAGI MENGHAKIMI. Yang pasti, pesan saya hanya satu: kalau Anda tidak mengerti kemana Anda menaruh uang, lebih baik jangan. Apalagi kalau hanya sekedar IKUT-IKUTAN.

Contoh simple. Dalam postingan saya berikutnya saya ingin beri judul NENEK-NENEK JUGA TAHU BUMI.
Ini menandakan bahwa saham BUMI memang sudah dikenal dari A-Z, semua orang ngomongin BUMI. Katanya si pak Anu, returnya paling tinggi, katanya Ibu Itu dia trading BUMI sehari bisa menang 10 juta, kata tetangga BUMI bisa cuan lebih dari 100%. Lalu banyak orang berbondong-bondong buka account di sekuritas dan beli BUMI di harga > 7000 perak, dan ketika jebol 5,500 semuanya bingung, frustasi dan komplain. Pertanyaan saya: apakah Anda tahu laporan keuangan BUMI dari tahun 2000 – 2007? Apakah Anda tahu siapa pemegang saham BUMI? Lebih simple dari itu, apakah Anda tahu bagaimana bisnis batu bara dan pertambangan? Kalau tidak, saya boleh donk bilang bahwa BUMI itu cuma ilusi sesaat bagi Anda? Apa saya salah?

Sesuaikan dengan SIZE ANDA
Jadi, ini sudah jelas. Jangan coba-coba main kontrak indeks atau futures HANGSENG atao KOSPI kalau Anda tidak mau kehilangan 300 juta dalam waktu 2 detik. Investasi itu bukan coba-coba. Anda ingin uang anda memberi nilai lebih dan menghasilkan keuntungan atau malah ingin buang uang?

Contoh kasus sederhana. Anda punya sisa uang per bulan 500,000 rupiah. Secara nyata Anda memang belum punya size untuk investasi saham, biar dikatain ‘kampungan’, lebih baik Anda telan saja. Lebih baik Anda masukan ke reksadana atau asuransi atau tabungan pendidikan anak Anda. Biarin aja Anda tidak menikmati nikmatnya keuntungan dari saham BUMI tapi setidaknya Anda tidak kehilangan uang.

Saya cukup sering menerima email dan telepon dari teman-teman pembaca dan juga kenalan saya bahwa mereka beli saham tapi tidak tahu itu perusahaan/ emiten apa. Mereka beli karena dikomporin teman-teman kantor. Lebih parahnya lagi, mereka membeli dalam jumlah besar melebihi size mereka. Hasilnya cuma satu, FRUSTASI. Ada yang gak jadi bangun rumah, ada yang pake tabungan untuk anak, dsb….
Yang lebih gila lagi, ada juga yang trading saham dengan gunakan fasilitas MARGIN, ini artinya spekulasi pake duit utang. Gak bisa bayar, bangkrut sudah! Saya cuma tegur teman saya: dulu kamu gak punya uang artinya gak ada hutang, sekarang kamu udah bangkrut, masih ada hutang. Kamu cari apa sih?

Dari 2,000 saham di Dow Jones, atau 1,000 saham di TOPIX atau 400 saham di IDX, saya mengakui TIDAK MENGENAL SEMUANYA. Dan saya tidak pernah berinvestasi di saham yang saya tidak kenal, tidak kuasai. Andaikata saya kenal, saya juga tidak mau investasi lebih dari 30% dari penghasilan saya. I LIVE FOR TODAY, ENJOY LIFE.

Saya harapkan Anda juga bisa seperti itu. Lebih baik tidak investasi jika hari ini Anda investasi justru menjadi BEBAN dan membuat Anda – HARI INI – tidak bahagia.

source: idxreview.com


About this entry